Kamis, 04 Oktober 2012

Terburu(h) buru(h)

0 komentar
Pondok Ungu, Merangkak siang,
Butuh ribuan menit untuk bisa beradaptasi dengan kondisi disini. Tentu bukan hanya soal  kultur yang berbeda dengan manusia-manusianya yang heterogen, tapi kondisi cuaca pun tak sama dengan tempat  yang selama duapuluhsatu tahunan aku tinggali. Malam tak ubahnya siang gerah dan pengap, kalau pagi hari tiba jangan harap bertemu embun atau kabut dingin, Lepas Subuh asap pabrik dan kendaraan sudah berebut menguasai udara. Asap yang sama yang mungkin juga membuatku sulit menghitung bintang di malam hari, karena sama sekali tak terlihat, ah mungkin ini juga kondisional

Selasa, 18 September 2012

Mungkin...........

0 komentar
Setiap langkah yang terayun selalu berbarengi dengan kemungkinan tentang apa yang terjadi di depan. Itu bagiku pribadi yang masih dalam pencarian, kebingungan apa yang primer, apa yang menjadi puncak pencarian saya di dunia ini. Setiap langkah terhenti sejenak ada kemungkinan saya salah ataupun langkahku sudah benar. Sebagai makhluk yang menjadi master piecenya Gusti Allah, tentu punya rencana kenapa harus saya yang lahir dari jutaan sel sperma yang berebut. Ah, harusnya saya sudah berpikir lebih jauh dari ini, bukannya masih berkutat pada apa tujuan saya di dunia ini.

Ya memang benar, tiap kepala punya isi yang berbeda, punya dimensi pikiran yang berbeda, karena ibu pengalamannya pun juga tak sama. lalu ada beberapa orang menganggap jalan pikirannya yang paling benar, paling shahih. Mungkin dia memang benar, tapi terkadang ada juga yang keterlaluan memaksa kehendak nir argumen logis. Bah!! bicara logika terkadangpun tak sama persepsinya, please jangan tanya aku duluan mana ayam sama telur. meski dengan argumen yang logis, tapi kebenaran disini bisa multi.

Kebenaran multi?? gilaa lu. kebenaran itu hanya tunggal, yang lain salah.

Ah, kenapa pikiran belum juga tercerahkan seperti ini. Ya ya ya, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah mudah terhasut, kembalilah ke hatimu yang original.

Btw, kenapa saya bisa sampai sini, apa karena banyak fulusnya, wanitanya atauu....
mungkiiiiin.........

                                                                                                                             Bekasi, September 2012

Kamis, 23 Agustus 2012

Bangsa Basa-Basi

0 komentar
Terik Banget, 23 Agustus 2012

Beberapa menit yang lalu, saya berkepentingan mendatangi balai desa untuk membuat SKCK. Dengan perasaan yang kurang enak, karena khawatir ada iuran-iuran gelap yang pasti mengempeskan dompet yang udah kempes ini, tapi tak apalah uang ini sebagian memang milik negara. dan iuran gelap itu jelas istilah yang tak pantas dan menghinakan, maaf. Tak hanya uang, semua yang ada di bumi, tanah dan air adalah milik mutlak negara, tapi semuanya untuk kesejahteraan rakyat. Apa ada yang membantah tentang kesepakatan tersebut??

Rabu, 22 Agustus 2012

Atas Nama

0 komentar

Malam, masihkah menyisakan keromantisan masa silam
Kenapa harus mengais sisa-sisa
Apa begitu khawatirnya jadi sia-sia
Tak apalah
kadang apa yang kupikirkan memang sia-sia
terlampau mubadzir


Manusia, berapa banyak yang belajar membatalkannya?
Kenapa harus berebut label mulia
Sedang itu bukan komoditi
Hanya sedikit keinginan menumpuk harta

Minggu, 19 Agustus 2012

Anak-anak (dan) kita

0 komentar
Lepas Maghrib, 18 agustus 2012

Ramadhan tahun ini telah berakhir, sorak sorai penuh kemenangan begitu menggema di langit-langit senja. Dan kebetulan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia sama-sama menentukan 1 Syawal jatuh pada hari Ahad besok, tentu saja harapanku dengan berbarengannya Ied fitri nanti pasti lebih semarak. Begitu, meski....

Masjid kami tak kalah sibuk dalam mempersiapkan segala pernak-pernik akhir Ramadhan. Mulai penerimaan zakat fitrah, maal dan fidyah sampai pembagiannya. dengan orang-orang (panitia) yang begitu luar biasa dedikasinya mengabdi umat, sesekali saya ambil bagian kecil disana, sekadar menyumbangkan

Kamis, 16 Agustus 2012

Quick : Kemerdekaan dalam belenggu mimpi

0 komentar
Kamis, 16 agustus 2012
Usai makan di meja makan yang sudah sekitar tiga tahun ini, kalaupun bisa bicara mungkin akan teriak, akhirnya bebanku sedikit berkurang. Bulan semakin semburat, bisa jadi kening kaum nahdliyin dan pemerintah masih saling berkenyit menentukan kapan 1 Syawal datang. Muhammadiyah sudah jauh hari menentukan tanggal 19 Agustus, Tapi berhubung slot untuk Menteri Agama memang jatahnya orang NU, jadilah pemerintah landasannya keputusan NU, sementara jatah Muhammadiyah ada untuk Menteri Pendidikan. Nggak nyambung memang, kalaupun ini dianggap sok mikir negoro sah-sah saja, hehe

Barangkali hati saya sedang diselimuti iblis, atau kalaupun harus berkhusnudzon dengan iblis, akui sajalah saya ini orangnya memang oportunis, pragmatis, bahkan sedikit atau bisa jadi banyak munafik.