Tampilkan postingan dengan label paradoks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paradoks. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Juni 2013
Topeng
Pagi itu, seperti biasa aku keliling. Hanya sesekali berhenti saat aku menemui tong sampah, Aku buka tutupnya aku obrak-abrik tanpa rasa risih apalagi jijik. Kadang tak ada hasil, payah dan lelah, tapi akhir-akhir ini aku kerap menyunggingkan senyum.
Sabtu, 25 Mei 2013
wawancara narsis
"ceritakan siapa diri anda?"
pertanyaan sederhana itu nampaknya terlalu sulit untuk dijawab oleh seorang laki-laki yang duduk berhadapan dengan seorang pimpinan sebuah perusahaan. Pikirannya sibuk merangkai kata, tapi mulutnya masih terkatup. Meski tak keluar keringat dingin, lagaknya ia mulai kehabisan akal.
Nama saya Arga Waskita, tapi itu hanya stempel dari orang tua saya agar orang-orang mudah mengenal dan menghafal saya. Saya lahir mendiami jasad manusia, yang dititipkan Tuhan pada keluarga sederhana, yang memaksa saya, ah sebenarnya juga bukan paksaan saya untuk bekerja keras. Sayaanak kedua dari...
Cukup ceritakan riwayat pendidikan anda?
Rabu, 01 Mei 2013
Motivasi??
Saya baru saja mendengar cerita tentang elvi's parsley yang kebingungan apa lagi yang akan dilakukannya setelah berada di puncak kariernya, karena popularitas, uang, dan segala keinginannya sudah terpenuhi, sehingga seperti sengaja membunuh dirinya sendiri pelan-pelan dengan mengonsumsi obat-obatan dan makanan yang tidak dianjurkan kadar kesehatannya.
Tak jelas apa motivasi dalam hidupnya untuk hari-hari yang akan datang.
Tapi apa benar hidup harus perlu motivasi?
Tak jelas apa motivasi dalam hidupnya untuk hari-hari yang akan datang.
Tapi apa benar hidup harus perlu motivasi?
Kutukan kutu kupret
sinauo sing mempeng ngger, ben sesok uripmu mulyo
begitulah kiranya nasihat orang-orang tua jaman dulu pada anaknya agar belajar dengan tekun dan giat. karena bagi penulis sendiri pun menempatkan 'belajar' sebagai modal pokok mendapatkan nilai manfaat yang lebih tinggi, kalau menurut bahasa agama belajar atau menuntut ilmu itu wajib, dan derajat yang lebih tinggi berhak untuk orang-orang yang berilmu.
nabi pun pernah bersabda tuntutlah ilmu sampai ke negri china.
barangkali teknik hitung china yang dianggap canggih pada
begitulah kiranya nasihat orang-orang tua jaman dulu pada anaknya agar belajar dengan tekun dan giat. karena bagi penulis sendiri pun menempatkan 'belajar' sebagai modal pokok mendapatkan nilai manfaat yang lebih tinggi, kalau menurut bahasa agama belajar atau menuntut ilmu itu wajib, dan derajat yang lebih tinggi berhak untuk orang-orang yang berilmu.
nabi pun pernah bersabda tuntutlah ilmu sampai ke negri china.
barangkali teknik hitung china yang dianggap canggih pada
Sabtu, 02 Februari 2013
bicara dukun??
beberapa tahun silam saya pernah 'bertengkar' pada salah seorang kawan lama. Persoalan sepele sebenarnya, dia cerita usai diramal tukang tarot di sebuah mall, sontak saya yang waktu itu emang agak keras dalam belajar 'agama', seperti orang bijak menasihatinya, jangan mendatangi tukang ramal ,amal ibadahmu selama 40hari nanti gak akan dicatat malaikat. demikian kata saya itu yang justru memancing amarahnya. ya,ya memangnya temanmu muslim semua ya bro? percaya deh toh aku rasa kamu juga belum pantas jadi ahli surga.
Kamis, 23 Agustus 2012
Bangsa Basa-Basi
Terik Banget, 23 Agustus 2012
Beberapa menit yang lalu, saya berkepentingan mendatangi balai desa untuk membuat SKCK. Dengan perasaan yang kurang enak, karena khawatir ada iuran-iuran gelap yang pasti mengempeskan dompet yang udah kempes ini, tapi tak apalah uang ini sebagian memang milik negara. dan iuran gelap itu jelas istilah yang tak pantas dan menghinakan, maaf. Tak hanya uang, semua yang ada di bumi, tanah dan air adalah milik mutlak negara, tapi semuanya untuk kesejahteraan rakyat. Apa ada yang membantah tentang kesepakatan tersebut??
Beberapa menit yang lalu, saya berkepentingan mendatangi balai desa untuk membuat SKCK. Dengan perasaan yang kurang enak, karena khawatir ada iuran-iuran gelap yang pasti mengempeskan dompet yang udah kempes ini, tapi tak apalah uang ini sebagian memang milik negara. dan iuran gelap itu jelas istilah yang tak pantas dan menghinakan, maaf. Tak hanya uang, semua yang ada di bumi, tanah dan air adalah milik mutlak negara, tapi semuanya untuk kesejahteraan rakyat. Apa ada yang membantah tentang kesepakatan tersebut??
Jumat, 20 Juli 2012
Pagi Ramadhan
Kabut tak terlalu pekat, tapi hawa dingin begitu melekat ketika adzan subuh terdengar sahut-sahutan dari corong toa-toa masjid di kampung kami. Semua tampak khusuk mengakhiri makan sahurnya, tampak begitu nikmat kembali menjalani ritual Ramadhan sebagaimana biasa tahun-tahun sebelumnya. Kampung kami menggeliat sepagi ini, ya hawa dingin separah apapun tak dihiraukan. Seperti menyindir pulasnya ayam jantan. Masjid penuh. Subuh.
Senin, 02 Juli 2012
Saling kejar Saling tampar, Cemburu nafkah
SALING KEJAR, SALING TAMPAR
CEMBURU NAFKAH
Bicara mengenai nafkah, maka variabel-variabel dibawahnya
mau tak mau ikut terbawa. Tentang tolak ukur sukses, cita-cita, aturan dan
campurtangan negara tentang kebebasan berekspresi mencari riski sampai ukuran kesejahteraan
hidup manusia di bumi. Memang bukan kompetensi saya bicara tentang ini, tapi
namanya juga penulis amatir, referensi dan opininya pun juga amatir, tapi satu
yang saya pegang saya nggak mau berbohong tentang apa yang pernah saya lihat,
alami dan rasakan. Pada akhirnya meski jurnal ini sangat rendah dari sisi
intelejensi, tapi semoga memberi manfaat, masukan dan renungan massal. Heleh
heleh J.
Sungguh, mohon kritik saya habis-habisan jika ada ketidakbenaran dalam tulisan
ini, insya Allah saya sadar.
Suatu malam tak jauh dari keramaian alun-alun kota Jogja, sebagai anak yang meragukan untuk dibilang
Kamis, 14 Juni 2012
Tolong beri tahu aku apa itu SUKSES?
Kamis, 14 Juni 2012
Waktu masih berjalan sebagaimana mestinya. Matahari masih terbit dari barat dan orang orang di sekelilingku sepakat untuk menyebutnya ini pagi. Waktu yang sudah disepakati pula untuk semangat, menyemangati, atau disemangati. Semangat untuk menjalani hari demi hari, untuk larut dalam kehidupan dunia. saling kejar, saling tampar untuk merebut suatu puncak, dan puncak itu orang orang disekelilingku menyebutnya dengan sukses.
Handphone berdering, menyeretku ke dunia nyata setelah sebelumnya tak sadar diri dalam mimpi. Tak biasanya ada orang telepon sepagi ini. Seorang kawan lama dengan suara yang masih sama. Mengucapkan padaku selamat ulang tahun, ya memang setiap pengulangan tanggal kelahiran orang orang disekelilingku sepakat untuk menyebutnya ulang tahun, meski jelas bahwa tahun tak bisa diulang
Waktu masih berjalan sebagaimana mestinya. Matahari masih terbit dari barat dan orang orang di sekelilingku sepakat untuk menyebutnya ini pagi. Waktu yang sudah disepakati pula untuk semangat, menyemangati, atau disemangati. Semangat untuk menjalani hari demi hari, untuk larut dalam kehidupan dunia. saling kejar, saling tampar untuk merebut suatu puncak, dan puncak itu orang orang disekelilingku menyebutnya dengan sukses.
Handphone berdering, menyeretku ke dunia nyata setelah sebelumnya tak sadar diri dalam mimpi. Tak biasanya ada orang telepon sepagi ini. Seorang kawan lama dengan suara yang masih sama. Mengucapkan padaku selamat ulang tahun, ya memang setiap pengulangan tanggal kelahiran orang orang disekelilingku sepakat untuk menyebutnya ulang tahun, meski jelas bahwa tahun tak bisa diulang
Kamis, 31 Mei 2012
Positif Thinking?? Muke gua jauuh
Entah ini jaman sudah gila, karena tua atau hanya dihuni
manusia manusia edan, termasuk saya mungkin. Hehehehe, just for jokes, dianggap
pencitraan juga gak papa kok, silakan. Saya gila, edan, gendeng, sinting atau
apalah label yang mau disematkan pada saya. Toh juga sesama manusia yang
mengjustice, belum Tuhan.
Habis hujan hujan gini, enaknya browsing-an sambil ndengerin
lagunya bung Iwan bro, mantaapp,, tap kok sayang modemnya belum konek konek,
kebawa angin hujan kali yee, terpaksa nih nostalgia ma microsoft word dulu
Selasa, 24 April 2012
Saya mu'alaf setiap hari, mas
Sampai akhirnya otak dipaksa beradu argumen sampai mau muntah.
Kemarin malam baru saja menghadapi makhluk Tuhan berwujud manusia, menarik tapi sangat basi bagi saya. Awalnya saya tak tertarik menanggapi ucapan beliau, saya mencoba bersabar betul mendengarkan uraian pemahaman beliau tentang agama. Sampai saat beliau, mulai menyinggung agama lain dengan nada ditinggikan berbaur kebencian saya mulai risih. Pengalaman spiritual saya memang baru seumur jagung, perjalanan hidup juga tak seluas manusia manusia lain. Tapi pemahaman pertama saya, jika mau beragama, belajar akhlak dahulu, singkirkan kebencian, dan Rasul mengamini jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu. belajar mengendalikan, dari kecenderungan melampiaskan. Kata kata seorang Kyai menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan ini, belajar mencintai sekaligus belajar untuk tidak dicintai. sungguh sebuah anjuran yang menenangkan, belajar toleran, dan memahami nilai substansi, bukan ragawi.
Inilah kira kira perbincangan yang boleh dilabeli debat kusir tadi malam
manusia (beliau, selanjutnya saya sebut M ) : bagaimanapun juga orang yahudi dan nasrani, tidak akan senang melihat kaum muslimin sholat shubuh berjamaah seperti sholat jum'at. sampai kiamat, kui wis jelas
setan (selaku saya, selanjutkan saya sebut S) : pada kenyataanya, pemahaman saya nantinya hanya menuju suudzon yang tak pasti
Kemarin malam baru saja menghadapi makhluk Tuhan berwujud manusia, menarik tapi sangat basi bagi saya. Awalnya saya tak tertarik menanggapi ucapan beliau, saya mencoba bersabar betul mendengarkan uraian pemahaman beliau tentang agama. Sampai saat beliau, mulai menyinggung agama lain dengan nada ditinggikan berbaur kebencian saya mulai risih. Pengalaman spiritual saya memang baru seumur jagung, perjalanan hidup juga tak seluas manusia manusia lain. Tapi pemahaman pertama saya, jika mau beragama, belajar akhlak dahulu, singkirkan kebencian, dan Rasul mengamini jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu. belajar mengendalikan, dari kecenderungan melampiaskan. Kata kata seorang Kyai menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan ini, belajar mencintai sekaligus belajar untuk tidak dicintai. sungguh sebuah anjuran yang menenangkan, belajar toleran, dan memahami nilai substansi, bukan ragawi.
Inilah kira kira perbincangan yang boleh dilabeli debat kusir tadi malam
manusia (beliau, selanjutnya saya sebut M ) : bagaimanapun juga orang yahudi dan nasrani, tidak akan senang melihat kaum muslimin sholat shubuh berjamaah seperti sholat jum'at. sampai kiamat, kui wis jelas
setan (selaku saya, selanjutkan saya sebut S) : pada kenyataanya, pemahaman saya nantinya hanya menuju suudzon yang tak pasti
Jumat, 13 April 2012
daa daa SNMPTN
Pagi ini, yah memang masih pantas untuk disebut pagi. Usai mengantar mbak ke stasiun karena mau ke surabaya, buru buru saya mampir ke warnet. Di rumah modem lagi error, jadilah saya merogoh dompet, sekadar say hello kawan kawan FB, dan yang utama update hasil Try Out Snmptn kemarin, plus cari cari informasi lain, yang banyak yang nggak penting juga.
Manusia hidup pasti punya mimpi, ah tapi siapa saya yang bisa memastikan seperti itu? OKlah anggap saja subjeknya saya pribadi. saya dikasih kesempatan hidup, berinteraksi dengan sesama manusia, sosialisasi, organisasi, sampai akhirnya bermimpi. Mimpi saya juga tak jauh dari produk interaksi saya selama menjadi manusia. Eits, kalimat terakhir sangat diragukan apa saya memang sudah benar benar menjadi manusia. Ya mungkin dalam wujud jasadi tak terbantah, tapi ragawi, siapa yang tahu kalau saya itu setan yang mendiami jasad manusia. Saya sendiri belum bisa mendefinisikan siapa saya sebenarnya, manusia ras jawa berkulit hitam, emosi labil, pemimpi, tapi itu penialaian dalam standar ukuran masing masing.
ah, paling gak nyaman nulis saat pikiran lagi kacau, biarkan saya menenangkan diri sejenak, protes ke Tuhan kalau perlu.
Manusia hidup pasti punya mimpi, ah tapi siapa saya yang bisa memastikan seperti itu? OKlah anggap saja subjeknya saya pribadi. saya dikasih kesempatan hidup, berinteraksi dengan sesama manusia, sosialisasi, organisasi, sampai akhirnya bermimpi. Mimpi saya juga tak jauh dari produk interaksi saya selama menjadi manusia. Eits, kalimat terakhir sangat diragukan apa saya memang sudah benar benar menjadi manusia. Ya mungkin dalam wujud jasadi tak terbantah, tapi ragawi, siapa yang tahu kalau saya itu setan yang mendiami jasad manusia. Saya sendiri belum bisa mendefinisikan siapa saya sebenarnya, manusia ras jawa berkulit hitam, emosi labil, pemimpi, tapi itu penialaian dalam standar ukuran masing masing.
ah, paling gak nyaman nulis saat pikiran lagi kacau, biarkan saya menenangkan diri sejenak, protes ke Tuhan kalau perlu.
Kamis, 29 Maret 2012
buat apa loe sholat?
Ya, tidak mudah memang untuk bertemu Tuhan dalam sholat. Apalagi jika sholatnya hanya sebagai:
Pertama:Untuk membayar hutang bahwa sholat adalah wajib. Haram hukumnya bila ditinggalkan. Dan konsekwensinya akan masuk neraka. Motivasi sholat seperti ini tidak ada artinya. Tuhan dibanyangkan seperti tukang kredit yang minta hutang. Atau seperti hakim yang ditanganNya sudah siap siaga sebuah palu.
Jumat, 23 Maret 2012
Pura Pura
Rabu, 14 Maret 2012
Mimpi Yang menghasut
Bayi itu kini sudah besar, sudah pernah mimpi basah. Sudah sering diterpa hujan dan kemarau, matanya sudah memandang ujung satu ke ujung lain. Pikirannya terbang, mulut mulut di sekitarnya tak mampu ia tampung semua, muncraaat. banyak suara itu menghadang langkahnya, sampai kapan, sampai dimana, atau sampai telinga dan matanya tertutup rapat dari seribu senapan racun
Langganan:
Postingan (Atom)






