Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juli 2012

rindu puasa, tak rindu Ramadhan

0 komentar

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Ramadhan tahun lalu seperti baru saja berakhir, kini kita sudah mengintip ramadhan lagi, bukan ramadhan pohan lho hehehe. Seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya hampir dipastikan masjid ataupun mushola akan dipenuhi tamu tahunannya, termasuk saya yang jarang jamaah di masjid bukan karena nggak kepincut pahalanya yang 27 derajat loh, tapi kok ngrasa emang khusuk munfarid ya, nah loh khusuk yang mana itu?? Sugesti diriku saja kali ya, yang masih kacau, maklumlah saya kan mu’allaf setiap hari. :p

Well, saya nggak mau ngitung-ngitung pahala ini sekian lipat, itu sekian lipat, itukan bisnis bangeeett, iya memang saya percaya akan

Kamis, 31 Mei 2012

Manusia Belum Manusia

0 komentar

Ini sekadar tulisan sok tahu, tulisan piccisan remeh dari makhluk yang belajar keras menjadi manusia. Tentang manusia, tentu tak terhenti hanya sebagai sosok mamalia sosial. Sebagai makhluk yang katanya paling sempurna, ada perbedaan mencolok makhluk ini dari makhluk lain di muka bumi Tuhan

Selasa, 24 April 2012

Saya mu'alaf setiap hari, mas

0 komentar
Sampai akhirnya otak dipaksa beradu argumen sampai mau muntah.
Kemarin malam baru saja menghadapi makhluk Tuhan berwujud manusia, menarik tapi sangat basi bagi saya. Awalnya saya tak tertarik menanggapi ucapan beliau, saya mencoba bersabar betul mendengarkan uraian pemahaman beliau tentang agama. Sampai saat beliau, mulai menyinggung agama lain dengan nada ditinggikan berbaur kebencian saya mulai risih. Pengalaman spiritual saya memang baru seumur jagung, perjalanan hidup juga tak seluas manusia manusia lain. Tapi pemahaman pertama saya, jika mau beragama, belajar akhlak dahulu, singkirkan kebencian, dan Rasul mengamini jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu. belajar mengendalikan, dari kecenderungan melampiaskan. Kata kata seorang Kyai menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan ini, belajar mencintai sekaligus belajar untuk tidak dicintai. sungguh sebuah anjuran yang menenangkan, belajar toleran, dan memahami nilai substansi, bukan ragawi.

Inilah kira kira perbincangan yang boleh dilabeli debat kusir tadi malam
manusia (beliau, selanjutnya saya sebut M ) : bagaimanapun juga orang yahudi dan nasrani, tidak akan senang melihat kaum muslimin sholat shubuh berjamaah seperti sholat jum'at. sampai kiamat, kui wis jelas
setan (selaku saya, selanjutkan saya sebut S) : pada kenyataanya, pemahaman saya nantinya hanya menuju suudzon yang tak pasti

Kamis, 29 Maret 2012

buat apa loe sholat?

0 komentar

Ya, tidak mudah memang untuk bertemu Tuhan dalam sholat. Apalagi jika sholatnya hanya sebagai:
Pertama:Untuk membayar hutang bahwa sholat adalah wajib. Haram hukumnya bila ditinggalkan. Dan konsekwensinya akan masuk neraka. Motivasi sholat seperti ini tidak ada artinya. Tuhan dibanyangkan seperti tukang kredit yang minta hutang. Atau seperti hakim yang ditanganNya sudah siap siaga sebuah palu.

Minggu, 26 Februari 2012

Tuhan, AgamaMu apa?

1 komentar
Sebuah pertanyaan yang nyeleneh, lugu atau mungkin sesat?
Sebagai penulis amatir seharusnya saya belum layak untuk menyinggung satu hal yang sering dikaitkan SARA ini. Tapi naluri kepekaan saya begitu menggebu melihat berbagai fenomena sosial yang mengatasnamakan agama.Ya, untuk apa semestinya agama diyakini? Itulah sebab dalam sebungkus blog amatir ini saya ungkap semua kegelisahan saya terhadap apa yang sering mereka sebut Agama. Meski sebelumnya saya khawatir postingan saya berdampak penghakiman religiusitas spiritual pribadi tanpa dasar. Karena itu yang sering saya temui pada orang orang 'langitan' yang hanya melabeli orang itu beriman atau kafir. Tapi sekarang?? saya pun bingung. wah, makanya bagi yang mengaku salafi saya mohon berhenti baca sampai disini saja. Atau kalau mau komentar jangan egois ya. hehe

Dalam artikel ini saya tak akan membawa satu truk ayat ayat suci, tapi lebih mengedepankan logika pengakuan.  Maaf, saya lagi tak mau membagibagikan tiket surga karena itu sudah tugas markting agama yang sudah bertebaran jumlahnya.