sinauo sing mempeng ngger, ben sesok uripmu mulyo
begitulah kiranya nasihat orang-orang tua jaman dulu pada anaknya agar belajar dengan tekun dan giat. karena bagi penulis sendiri pun menempatkan 'belajar' sebagai modal pokok mendapatkan nilai manfaat yang lebih tinggi, kalau menurut bahasa agama belajar atau menuntut ilmu itu wajib, dan derajat yang lebih tinggi berhak untuk orang-orang yang berilmu.
nabi pun pernah bersabda tuntutlah ilmu sampai ke negri china.
barangkali teknik hitung china yang dianggap canggih pada
Tampilkan postingan dengan label belajar nulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar nulis. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Mei 2013
Minggu, 19 Agustus 2012
Anak-anak (dan) kita
Lepas Maghrib, 18 agustus 2012
Ramadhan tahun ini telah berakhir, sorak sorai penuh kemenangan begitu menggema di langit-langit senja. Dan kebetulan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia sama-sama menentukan 1 Syawal jatuh pada hari Ahad besok, tentu saja harapanku dengan berbarengannya Ied fitri nanti pasti lebih semarak. Begitu, meski....
Masjid kami tak kalah sibuk dalam mempersiapkan segala pernak-pernik akhir Ramadhan. Mulai penerimaan zakat fitrah, maal dan fidyah sampai pembagiannya. dengan orang-orang (panitia) yang begitu luar biasa dedikasinya mengabdi umat, sesekali saya ambil bagian kecil disana, sekadar menyumbangkan
Ramadhan tahun ini telah berakhir, sorak sorai penuh kemenangan begitu menggema di langit-langit senja. Dan kebetulan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia sama-sama menentukan 1 Syawal jatuh pada hari Ahad besok, tentu saja harapanku dengan berbarengannya Ied fitri nanti pasti lebih semarak. Begitu, meski....
Masjid kami tak kalah sibuk dalam mempersiapkan segala pernak-pernik akhir Ramadhan. Mulai penerimaan zakat fitrah, maal dan fidyah sampai pembagiannya. dengan orang-orang (panitia) yang begitu luar biasa dedikasinya mengabdi umat, sesekali saya ambil bagian kecil disana, sekadar menyumbangkan
Selasa, 07 Agustus 2012
alamat penting
Bagi seorang penulis, media massa mempunyai peran penting untuk mengembangkan bakat menulisnya. Terutama, media cetak. Dari berbagai macam media cetak di Indonesia, hampir seluruhnya mempunyai rubrik cerpen, puisi dan opini. Nah, berikut ini alamat & keterangan Media yang memiliki rubrik cerpen, puisi dan opini itu:
Kamis, 05 Juli 2012
rindu puasa, tak rindu Ramadhan
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Ramadhan tahun lalu
seperti baru saja berakhir, kini kita sudah mengintip ramadhan lagi, bukan
ramadhan pohan lho hehehe. Seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya hampir
dipastikan masjid ataupun mushola akan dipenuhi tamu tahunannya, termasuk saya
yang jarang jamaah di masjid bukan karena nggak kepincut pahalanya yang 27
derajat loh, tapi kok ngrasa emang khusuk munfarid ya, nah loh khusuk yang mana
itu?? Sugesti diriku saja kali ya, yang masih kacau, maklumlah saya kan mu’allaf setiap
hari. :p
Well, saya nggak mau ngitung-ngitung pahala ini sekian
lipat, itu sekian lipat, itukan bisnis bangeeett, iya memang saya percaya akan
Kamis, 14 Juni 2012
Tolong beri tahu aku apa itu SUKSES?
Kamis, 14 Juni 2012
Waktu masih berjalan sebagaimana mestinya. Matahari masih terbit dari barat dan orang orang di sekelilingku sepakat untuk menyebutnya ini pagi. Waktu yang sudah disepakati pula untuk semangat, menyemangati, atau disemangati. Semangat untuk menjalani hari demi hari, untuk larut dalam kehidupan dunia. saling kejar, saling tampar untuk merebut suatu puncak, dan puncak itu orang orang disekelilingku menyebutnya dengan sukses.
Handphone berdering, menyeretku ke dunia nyata setelah sebelumnya tak sadar diri dalam mimpi. Tak biasanya ada orang telepon sepagi ini. Seorang kawan lama dengan suara yang masih sama. Mengucapkan padaku selamat ulang tahun, ya memang setiap pengulangan tanggal kelahiran orang orang disekelilingku sepakat untuk menyebutnya ulang tahun, meski jelas bahwa tahun tak bisa diulang
Waktu masih berjalan sebagaimana mestinya. Matahari masih terbit dari barat dan orang orang di sekelilingku sepakat untuk menyebutnya ini pagi. Waktu yang sudah disepakati pula untuk semangat, menyemangati, atau disemangati. Semangat untuk menjalani hari demi hari, untuk larut dalam kehidupan dunia. saling kejar, saling tampar untuk merebut suatu puncak, dan puncak itu orang orang disekelilingku menyebutnya dengan sukses.
Handphone berdering, menyeretku ke dunia nyata setelah sebelumnya tak sadar diri dalam mimpi. Tak biasanya ada orang telepon sepagi ini. Seorang kawan lama dengan suara yang masih sama. Mengucapkan padaku selamat ulang tahun, ya memang setiap pengulangan tanggal kelahiran orang orang disekelilingku sepakat untuk menyebutnya ulang tahun, meski jelas bahwa tahun tak bisa diulang
Senin, 04 Juni 2012
Cinta dan Tuhan
Di umur saya yang nyaris menginjak 21 tahun ini, belum bisa dengan pasti menjawab siapa dan apa saya lima tahun mendatang. Seperti wilayah gelap yang sulit dijamah, sejak awal saya dimunculkan di dunia ini sampai sekarang masih dalam pencarian. Dari pencarian spiritual, sampai pencarian kemapanan duniawi. Siapa saya sebenarnya, saya adalah manusia yang diberi nama Aditya Feri Wardani oleh orangtua saya agar mudah disebut, tapi persisnya tak seperti itu, saya adalah makhluk tuhan yang diperkenankan mendiami jasad manusia, namun barangkali sifat sifat saya seperti setan, juga tak sepersis itu juga, saya adalah makhluk yang berakal dan bernurani tapi ditaruh di suatu sistem negara yang mengaburkan segala nilai nilai kemanusiaan, sehingga saya pun tak lulus untuk sekadar disebut manusia??
Ah, untuk apa manusia berebut agar dimanusiakan.
Ah, untuk apa manusia berebut agar dimanusiakan.
Kamis, 31 Mei 2012
Positif Thinking?? Muke gua jauuh
Entah ini jaman sudah gila, karena tua atau hanya dihuni
manusia manusia edan, termasuk saya mungkin. Hehehehe, just for jokes, dianggap
pencitraan juga gak papa kok, silakan. Saya gila, edan, gendeng, sinting atau
apalah label yang mau disematkan pada saya. Toh juga sesama manusia yang
mengjustice, belum Tuhan.
Habis hujan hujan gini, enaknya browsing-an sambil ndengerin
lagunya bung Iwan bro, mantaapp,, tap kok sayang modemnya belum konek konek,
kebawa angin hujan kali yee, terpaksa nih nostalgia ma microsoft word dulu
JURNALIS, sebuah mimpi yang mahal
Sekitar dua bulan yang lalu, pada pertengahan bulan Maret
seingat saya. Sempat mampir sebuah mimpi indah tapi sekarang akhirnya resmi
menjadi hanya sebuah kata ‘mimpi’. Saya begitu semangat untuk menggapai mimpi
itu, bahkan beberapa kali bolos kerja sekadar mengumpulkan segala persyaratan
yang wajib terpenuhi, tapi ada satu syarat yang tidak saya sadari untuk kelak
yang menjadi faktor utama saya gagal. Lucu memang, tapi ngelu di hati bagi
saya. Sebuah info beasiswa S1 untuk calon mahasiswa kurang mampu yang
diselenggarakan dompet Duafa. Ya, kalau bicara kurang mampu saya bisa
menghabiskan waktu berjam-jam untuk menanggapi pertanyaan bertubi tubi dari
seorang kawan saya. Karena memang perbedaan tolak ukur atau memang tolak ukur
yang belum jelas benar mengenai itu.
Saya sudah mensett apa rencana menyambut peluang emas
tersebut. Kuliah. Ilmu. Provesional. Menulis. Jurnalis. Ya, kata terakhir
Langganan:
Postingan (Atom)



