Tampilkan postingan dengan label karangan bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karangan bebas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Juni 2013
Topeng
Pagi itu, seperti biasa aku keliling. Hanya sesekali berhenti saat aku menemui tong sampah, Aku buka tutupnya aku obrak-abrik tanpa rasa risih apalagi jijik. Kadang tak ada hasil, payah dan lelah, tapi akhir-akhir ini aku kerap menyunggingkan senyum.
Rabu, 01 Mei 2013
Motivasi??
Saya baru saja mendengar cerita tentang elvi's parsley yang kebingungan apa lagi yang akan dilakukannya setelah berada di puncak kariernya, karena popularitas, uang, dan segala keinginannya sudah terpenuhi, sehingga seperti sengaja membunuh dirinya sendiri pelan-pelan dengan mengonsumsi obat-obatan dan makanan yang tidak dianjurkan kadar kesehatannya.
Tak jelas apa motivasi dalam hidupnya untuk hari-hari yang akan datang.
Tapi apa benar hidup harus perlu motivasi?
Tak jelas apa motivasi dalam hidupnya untuk hari-hari yang akan datang.
Tapi apa benar hidup harus perlu motivasi?
Rabu, 24 April 2013
Cermin
"Kamu mulai berubah"
Seolah pertanyaan itu menyeruak dari cermin di depanku. Aku terpaku, kaku. Ketika aku yang masih perlu peng'aku'an, kini bayangan masa lalu memvonisku semacam itu.
Aku amati betul warna kulitku, nyaris tak berubah hitam legam dengan beberapa bekas jerawat di wajah, dan beberapa bekas luka di tangan dan kaki. Sama sekali tak kurasa ada perubahan. Mataku masih menyiratkan kesan mata pemalas, dengan hidung pesek menggantung bibir gelap dan kumis tipisnya, justru fisikku yang menua ini layak dianggap preman.
Tapi jelas aku bukan preman!!! kecuali sesekali
Sabtu, 02 Februari 2013
bicara dukun??
beberapa tahun silam saya pernah 'bertengkar' pada salah seorang kawan lama. Persoalan sepele sebenarnya, dia cerita usai diramal tukang tarot di sebuah mall, sontak saya yang waktu itu emang agak keras dalam belajar 'agama', seperti orang bijak menasihatinya, jangan mendatangi tukang ramal ,amal ibadahmu selama 40hari nanti gak akan dicatat malaikat. demikian kata saya itu yang justru memancing amarahnya. ya,ya memangnya temanmu muslim semua ya bro? percaya deh toh aku rasa kamu juga belum pantas jadi ahli surga.
Kamis, 04 Oktober 2012
Terburu(h) buru(h)
Pondok Ungu, Merangkak siang,
Butuh ribuan menit untuk bisa beradaptasi dengan kondisi disini. Tentu bukan hanya soal kultur yang berbeda dengan manusia-manusianya yang heterogen, tapi kondisi cuaca pun tak sama dengan tempat yang selama duapuluhsatu tahunan aku tinggali. Malam tak ubahnya siang gerah dan pengap, kalau pagi hari tiba jangan harap bertemu embun atau kabut dingin, Lepas Subuh asap pabrik dan kendaraan sudah berebut menguasai udara. Asap yang sama yang mungkin juga membuatku sulit menghitung bintang di malam hari, karena sama sekali tak terlihat, ah mungkin ini juga kondisional
Butuh ribuan menit untuk bisa beradaptasi dengan kondisi disini. Tentu bukan hanya soal kultur yang berbeda dengan manusia-manusianya yang heterogen, tapi kondisi cuaca pun tak sama dengan tempat yang selama duapuluhsatu tahunan aku tinggali. Malam tak ubahnya siang gerah dan pengap, kalau pagi hari tiba jangan harap bertemu embun atau kabut dingin, Lepas Subuh asap pabrik dan kendaraan sudah berebut menguasai udara. Asap yang sama yang mungkin juga membuatku sulit menghitung bintang di malam hari, karena sama sekali tak terlihat, ah mungkin ini juga kondisional
Selasa, 18 September 2012
Mungkin...........
Setiap langkah yang terayun selalu berbarengi dengan kemungkinan tentang apa yang terjadi di depan. Itu bagiku pribadi yang masih dalam pencarian, kebingungan apa yang primer, apa yang menjadi puncak pencarian saya di dunia ini. Setiap langkah terhenti sejenak ada kemungkinan saya salah ataupun langkahku sudah benar. Sebagai makhluk yang menjadi master piecenya Gusti Allah, tentu punya rencana kenapa harus saya yang lahir dari jutaan sel sperma yang berebut. Ah, harusnya saya sudah berpikir lebih jauh dari ini, bukannya masih berkutat pada apa tujuan saya di dunia ini.
Ya memang benar, tiap kepala punya isi yang berbeda, punya dimensi pikiran yang berbeda, karena ibu pengalamannya pun juga tak sama. lalu ada beberapa orang menganggap jalan pikirannya yang paling benar, paling shahih. Mungkin dia memang benar, tapi terkadang ada juga yang keterlaluan memaksa kehendak nir argumen logis. Bah!! bicara logika terkadangpun tak sama persepsinya, please jangan tanya aku duluan mana ayam sama telur. meski dengan argumen yang logis, tapi kebenaran disini bisa multi.
Kebenaran multi?? gilaa lu. kebenaran itu hanya tunggal, yang lain salah.
Ah, kenapa pikiran belum juga tercerahkan seperti ini. Ya ya ya, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah mudah terhasut, kembalilah ke hatimu yang original.
Btw, kenapa saya bisa sampai sini, apa karena banyak fulusnya, wanitanya atauu....
mungkiiiiin.........
Bekasi, September 2012
Ya memang benar, tiap kepala punya isi yang berbeda, punya dimensi pikiran yang berbeda, karena ibu pengalamannya pun juga tak sama. lalu ada beberapa orang menganggap jalan pikirannya yang paling benar, paling shahih. Mungkin dia memang benar, tapi terkadang ada juga yang keterlaluan memaksa kehendak nir argumen logis. Bah!! bicara logika terkadangpun tak sama persepsinya, please jangan tanya aku duluan mana ayam sama telur. meski dengan argumen yang logis, tapi kebenaran disini bisa multi.
Kebenaran multi?? gilaa lu. kebenaran itu hanya tunggal, yang lain salah.
Ah, kenapa pikiran belum juga tercerahkan seperti ini. Ya ya ya, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah mudah terhasut, kembalilah ke hatimu yang original.
Btw, kenapa saya bisa sampai sini, apa karena banyak fulusnya, wanitanya atauu....
mungkiiiiin.........
Bekasi, September 2012
Kamis, 21 Juni 2012
Miskin itu komoditi?
Banyak hal membuat perjalanan
hidup saya sejenak berhenti, merenung, berpikir meski dengan otak dan
pengalaman yang selalu anda akui sangat terbatas. Perintah Tuhan untuk manusia
agar selalu menggunakan akal pikiran adalah semacam prinsip dalam menjalani
kehidupanku ini. Meski terkadang celah benar salah sangat relatif karena
pembenaran massal sangat massiv ditemui. Ruwat Sengkolo dalam teaternya
berujar, bisakah kau temui apa saja dari dirimu yang tidak ganjil? Aku
Senin, 04 Juni 2012
Cinta dan Tuhan
Di umur saya yang nyaris menginjak 21 tahun ini, belum bisa dengan pasti menjawab siapa dan apa saya lima tahun mendatang. Seperti wilayah gelap yang sulit dijamah, sejak awal saya dimunculkan di dunia ini sampai sekarang masih dalam pencarian. Dari pencarian spiritual, sampai pencarian kemapanan duniawi. Siapa saya sebenarnya, saya adalah manusia yang diberi nama Aditya Feri Wardani oleh orangtua saya agar mudah disebut, tapi persisnya tak seperti itu, saya adalah makhluk tuhan yang diperkenankan mendiami jasad manusia, namun barangkali sifat sifat saya seperti setan, juga tak sepersis itu juga, saya adalah makhluk yang berakal dan bernurani tapi ditaruh di suatu sistem negara yang mengaburkan segala nilai nilai kemanusiaan, sehingga saya pun tak lulus untuk sekadar disebut manusia??
Ah, untuk apa manusia berebut agar dimanusiakan.
Ah, untuk apa manusia berebut agar dimanusiakan.
Kamis, 31 Mei 2012
Positif Thinking?? Muke gua jauuh
Entah ini jaman sudah gila, karena tua atau hanya dihuni
manusia manusia edan, termasuk saya mungkin. Hehehehe, just for jokes, dianggap
pencitraan juga gak papa kok, silakan. Saya gila, edan, gendeng, sinting atau
apalah label yang mau disematkan pada saya. Toh juga sesama manusia yang
mengjustice, belum Tuhan.
Habis hujan hujan gini, enaknya browsing-an sambil ndengerin
lagunya bung Iwan bro, mantaapp,, tap kok sayang modemnya belum konek konek,
kebawa angin hujan kali yee, terpaksa nih nostalgia ma microsoft word dulu
Sabtu, 25 Februari 2012
Hari hari kita diisi hasutan!!!!
Begitu dalam lirik itu melekat dalam ingatan. manusia dengan pikirannya, selalu ada pengaruh luar begitu gencar. Entah apa yang membuat makhluk Tuhan satu ini mudah terbawa amarah, gampang teradu domba. berlebihan dalam bersikap, bertindak tanpa berpikir matang. Manusia!!! Sebenarnya saya sendiri pun belum paham apa persyaratan makhluk Tuhan ini agar bisa disebut manusia. Apakah hanya dari bentuk fisik ragawi?? Tentu tidak, sudah menjadi bantahan umum pernyataan seperti itu. Karena manusia diberi akal sedang binatang hanya memiliki insting.
Yaaa, akal. Manusia adalah makhluk Tuhan satu satunya yang diberi keistimewaan mendapatkan akal. Lalu apakah fungsi akal itu digunakan semestinya? atau hanya untuk mengakali? Sungguh demi orang orang yang mengaku berakal, yang seenaknya membodoh-bodohi orang lain saya mengakui saya belum mampu menjamah hal tersebut, maka ajarilah saya.
Minggu, 12 Februari 2012
rEVOLution
Aditya masih termenung, merenung dalam. banyak hal yang berkecamuk ngamuk di setiap impuls saraf saraf otaknya. Ah, kenapa manusia berbeda? kenapa harus tercipta rasa. Apakah karena ini Tuhan memberi keistimewaan pada makhluk serakah bernama manusia? Cinta... Sungguh, sampai detik ini tak ada terjemahan baku tentang kata itu dalam diri Aditya. Bukan tak pernah merasakan tanda tanda kehadiran cinta, sama sekali bukan. Aditya pernah menyukai makhluk bernama wanita. Bahkan pernah menyebut sayang sayang an seperti kaum muda pada umumnya.
Kamis, 09 Februari 2012
Pantaskah saya bicara niat? #2
Prambanan 23 Septemer 2011
Selamat sore,,
matahari belum terbenam sempurna.
Ini melanjutkan coretan saya yg sebelumnya.. Sebetulnya ingin segera saya teruskan, tapi apa lacur, belum sempat dan belum dapat inspirasi (ini pun saya teruskan dgn asal2an hehehe, padahal emang gak pernah serius)..
Ya, masih tentang kontes orator kecil.. Bukannya mengkritik apa yg disampaikan, toh banyak yg berorasi dgn argumen yg luar biasa.. Sedang, mereka (orator2 kecil) sekadar memberi statement.. Atau dgn kata yg banyak kalian hindari 'dongeng'.
Itu sebabnya saya lebih nyaman menyebut mereka 'orator' ketimbang nama yg terpampang menjadi judul acara.
Terus,, apanya??
Apanya yg gimana?? Oh iya,, ini intinya yg paling saya risih.. Tentang metode penilaiannya.. Ini pilkada apa kontes ya?? Kok pake suara terbanyak.. Kalo biasanya pemilik suara yg dikasih duit, ini pemilik suara yg keluar duit.. Hahaha, kaya raya bener ya gan..
Ya, sebenarnya sah2 aja kalo itu kontes penyanyi, pelawak, atau penghuni kamar mayatlah.^_^
tapi ini kok mengklaim SYIAR ya?? Waduh,, terus laba hasil pilkadanya bwt kemanusiaan gak ya?? Apa buat nggaji juri2nya itu?
Yah,, itu dia..tentang niat. Sesuatu yang sulit dijamah orang lain.. Mungkin saja niat acaranya baik, tapi caranya yg bisnisiawi, atau penilaian saya yang salah. (tapi niat saya bukan menjelek2an lho)
ah, tahu apa saya tentang niat.. Negara saja sulit memahami niat.. Coba saja anda baca koran2 pagi, atau anda liat berita tivi.. Ceritanya? Sepertinya negeri ini dipenuhi koruptor semua.. Sebelum jadi pejabat, dengar saja celoteh2 mereka.. Bau mulut mereka begitu harum, tapi setelah jadi. Ya... Jadi koruptor.. Selagi ada kesempatan ya korupsi. Karena NIAT awalnya juga begitu. Kalopun ada yg gak korupsi, niatnya ya cari penghasilanlah. Toh pekerjaan mudah, datang, duduk, diam, dapat, duit..
Kenapa??
Ya, karena bangsa kita ini bangsa oportunis.. Soehartoisme sekali. Meminjam pemikiran pak sunardian 'mereka yg mengaku reformis tak jauh beda dgn rezim otoriter. Pengambil peluang saling menjatuhkan'
kalau begini, masihkah ada pemimpin yg berniat mengubah negeri ini lebih baik?? Tentu juga berbuat, tapi dengan niat baik TITIK
tetapi,
jangan terlalu percaya saya tentang niat.. Tulisan ini pun saya niatkan agar anda baca dan beri tanggapan.. Hehehe
lagi lagi
pantaskah saya bicara tentang niat?
Selamat sore,,
matahari belum terbenam sempurna.
Ini melanjutkan coretan saya yg sebelumnya.. Sebetulnya ingin segera saya teruskan, tapi apa lacur, belum sempat dan belum dapat inspirasi (ini pun saya teruskan dgn asal2an hehehe, padahal emang gak pernah serius)..
Ya, masih tentang kontes orator kecil.. Bukannya mengkritik apa yg disampaikan, toh banyak yg berorasi dgn argumen yg luar biasa.. Sedang, mereka (orator2 kecil) sekadar memberi statement.. Atau dgn kata yg banyak kalian hindari 'dongeng'.
Itu sebabnya saya lebih nyaman menyebut mereka 'orator' ketimbang nama yg terpampang menjadi judul acara.
Terus,, apanya??
Apanya yg gimana?? Oh iya,, ini intinya yg paling saya risih.. Tentang metode penilaiannya.. Ini pilkada apa kontes ya?? Kok pake suara terbanyak.. Kalo biasanya pemilik suara yg dikasih duit, ini pemilik suara yg keluar duit.. Hahaha, kaya raya bener ya gan..
Ya, sebenarnya sah2 aja kalo itu kontes penyanyi, pelawak, atau penghuni kamar mayatlah.^_^
tapi ini kok mengklaim SYIAR ya?? Waduh,, terus laba hasil pilkadanya bwt kemanusiaan gak ya?? Apa buat nggaji juri2nya itu?
Yah,, itu dia..tentang niat. Sesuatu yang sulit dijamah orang lain.. Mungkin saja niat acaranya baik, tapi caranya yg bisnisiawi, atau penilaian saya yang salah. (tapi niat saya bukan menjelek2an lho)
ah, tahu apa saya tentang niat.. Negara saja sulit memahami niat.. Coba saja anda baca koran2 pagi, atau anda liat berita tivi.. Ceritanya? Sepertinya negeri ini dipenuhi koruptor semua.. Sebelum jadi pejabat, dengar saja celoteh2 mereka.. Bau mulut mereka begitu harum, tapi setelah jadi. Ya... Jadi koruptor.. Selagi ada kesempatan ya korupsi. Karena NIAT awalnya juga begitu. Kalopun ada yg gak korupsi, niatnya ya cari penghasilanlah. Toh pekerjaan mudah, datang, duduk, diam, dapat, duit..
Kenapa??
Ya, karena bangsa kita ini bangsa oportunis.. Soehartoisme sekali. Meminjam pemikiran pak sunardian 'mereka yg mengaku reformis tak jauh beda dgn rezim otoriter. Pengambil peluang saling menjatuhkan'
kalau begini, masihkah ada pemimpin yg berniat mengubah negeri ini lebih baik?? Tentu juga berbuat, tapi dengan niat baik TITIK
tetapi,
jangan terlalu percaya saya tentang niat.. Tulisan ini pun saya niatkan agar anda baca dan beri tanggapan.. Hehehe
lagi lagi
pantaskah saya bicara tentang niat?
pantaskah saya bicara niat? #1
21.53wib 19 September 2011, dalam kamar depan televisi
argh,, sebenarnya ingin segera memuntahkan pikiran ini sejak tadi.. Tapi kok ya koneksi gak meridhoi.. Putus nyambung putus modyar saja.hahaha
setelah sempat melihat acara di stasiun televisi swasta yang menayangkan kontes orasi atau pidatolah yang mengatasnamakan agama. Ada hal menarik di akhir segmen.
Salah seorang juri (ibu neno warisman), membuka pintu diskusi dgn para orator2 kecil itu.. Menarik, karena apa yang didiskusikan ini menyentil kasus yang masih hangat untuk dilupakan (ngapain juga diingat2 hahaha).. Tentang TKI yg mendpat vonis mati dr pihak pengadilan arab saudi krena suatu perkara ( yg saya emang udah lupa kronologisnya). Tapi vonis ini bisa dicabut jika TKI ini mampu membayar diyat sekian milyar dlm kurs rupiah. Singkat saja, karena lambatnya reaksi pemerintah maka ada pihak tvoon memprakarsai penggalangan dana untuk TKI malang ini.. Tapi begitu dana terkumpul sekianpuluh persen, pemerintah baru menyanggupi pembayaran diyat si TKI.
Lalu bagaimana dana rakyat ini??
Dengan pertimbangan yg gak jelas (sy anggap tak bijak), pihak tvoon menyerahkan seluruh dana sumbangan rakyat itu kepada si TKI yg akhirnya selamat dan udah pulkam. Dan kini malah menjadi kaya karena dana rakyat tsb.
Kembali ke diskusi kontes td, tentu saja cerita TKI itu sudah dimodif sedikit oleh ibu neno..^_^
ibu neno memberi pertanyaan pada para orator
'jika adek menjadi penyumbang, apa sikap adek jika harta yg adek sumbang justru dialihfungsi untuk memperkaya yg disumbang?'
salah satu jawaban
'saya hanya mengharap balasan dr Allah setiap bersedekah'
hmmm, susah juga menyentuh kasus ini.. Apalagi jaman sekarang..
Tapi ini jawaban versi saya:
pertama
mendengar jawaban si orator, saya coba menilai (mulai sotoy ni) jika dia itu masih dlm doktrinasi ancaman dan pahala.. Maklum, anak kecil selalu digituin.. Tentu saja jika lirik 'jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau menyembah kepadaNya?' saya sodorkan, jd lain jawaban.. Hahaha
kedua, dlm kasus TKI tsb.. Niatlah yg bermain.. Apa niat penyumbang memberi sumbangan kpdnya?? Tentu saja karena solidaritas atas kasus yg menimpanya.. Lalu bagaimana jika dananya jd berubah memperkaya si TKI?? disini seharusnya tvoon mengambil langkah bijak.. Yaitu mengembalikan harta penyumbang. Karena niat sudah dirusak.. Tapi mungkin saja ada yg berniat memberi harta emang untuk memperkaya?? Kalo begitu berikan pada saya saja.. Hehehe
udah ngantuk, bersambung...
argh,, sebenarnya ingin segera memuntahkan pikiran ini sejak tadi.. Tapi kok ya koneksi gak meridhoi.. Putus nyambung putus modyar saja.hahaha
setelah sempat melihat acara di stasiun televisi swasta yang menayangkan kontes orasi atau pidatolah yang mengatasnamakan agama. Ada hal menarik di akhir segmen.
Salah seorang juri (ibu neno warisman), membuka pintu diskusi dgn para orator2 kecil itu.. Menarik, karena apa yang didiskusikan ini menyentil kasus yang masih hangat untuk dilupakan (ngapain juga diingat2 hahaha).. Tentang TKI yg mendpat vonis mati dr pihak pengadilan arab saudi krena suatu perkara ( yg saya emang udah lupa kronologisnya). Tapi vonis ini bisa dicabut jika TKI ini mampu membayar diyat sekian milyar dlm kurs rupiah. Singkat saja, karena lambatnya reaksi pemerintah maka ada pihak tvoon memprakarsai penggalangan dana untuk TKI malang ini.. Tapi begitu dana terkumpul sekianpuluh persen, pemerintah baru menyanggupi pembayaran diyat si TKI.
Lalu bagaimana dana rakyat ini??
Dengan pertimbangan yg gak jelas (sy anggap tak bijak), pihak tvoon menyerahkan seluruh dana sumbangan rakyat itu kepada si TKI yg akhirnya selamat dan udah pulkam. Dan kini malah menjadi kaya karena dana rakyat tsb.
Kembali ke diskusi kontes td, tentu saja cerita TKI itu sudah dimodif sedikit oleh ibu neno..^_^
ibu neno memberi pertanyaan pada para orator
'jika adek menjadi penyumbang, apa sikap adek jika harta yg adek sumbang justru dialihfungsi untuk memperkaya yg disumbang?'
salah satu jawaban
'saya hanya mengharap balasan dr Allah setiap bersedekah'
hmmm, susah juga menyentuh kasus ini.. Apalagi jaman sekarang..
Tapi ini jawaban versi saya:
pertama
mendengar jawaban si orator, saya coba menilai (mulai sotoy ni) jika dia itu masih dlm doktrinasi ancaman dan pahala.. Maklum, anak kecil selalu digituin.. Tentu saja jika lirik 'jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau menyembah kepadaNya?' saya sodorkan, jd lain jawaban.. Hahaha
kedua, dlm kasus TKI tsb.. Niatlah yg bermain.. Apa niat penyumbang memberi sumbangan kpdnya?? Tentu saja karena solidaritas atas kasus yg menimpanya.. Lalu bagaimana jika dananya jd berubah memperkaya si TKI?? disini seharusnya tvoon mengambil langkah bijak.. Yaitu mengembalikan harta penyumbang. Karena niat sudah dirusak.. Tapi mungkin saja ada yg berniat memberi harta emang untuk memperkaya?? Kalo begitu berikan pada saya saja.. Hehehe
udah ngantuk, bersambung...
Minggu, 04 Desember 2011
kenapa saya belajar bicara porno
apa yg ada dalam pikiran anda?
Anda mulai menilai saya? Menghakimi? Silakan, saya terima tapi dgn argumen. Hehehe
tadi sudah sempat nulis status seperti itu.. Tapi komen2nya?? Parah!!
Ini penjelasannya
porno dlm kamus saya sendiri tak selalu identik
Anda mulai menilai saya? Menghakimi? Silakan, saya terima tapi dgn argumen. Hehehe
tadi sudah sempat nulis status seperti itu.. Tapi komen2nya?? Parah!!
Ini penjelasannya
porno dlm kamus saya sendiri tak selalu identik
Langganan:
Postingan (Atom)









