Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

Cahaya kemerahanmu

0 komentar
Kala itu
Mungkin gelap segera berlalu
Tapi senyummu masih saja tertinggal
Seperti menyisakan seberkas cahaya kemerahan 

Bagaimana mungkin dalam marah pun
kau mampu tersenyum

Langit teduh
Angin malas berhembus
Kau gendong segala ambisi
Yang bisa saja berpotensi mencelakakanmu
Kau berlalu
Seakan gelap menyertaimu

Kembali kau tinggalkan seberkas cahaya kemerahan
Aku tak mampu menahan



Bekasi, 30 April 2013







Kamis, 25 April 2013

Seksi

0 komentar
Seksi
Sudah bisakah terdefinisi?
Aku justru sangsi

Pada setiap  lekuk raga penari
pada setiap senyum pesona penyanyi
pada pundi uang korupsi
pada jabatan nan bergengsi
mereka anggap itu seksi

Seksi
bukankah sekadar kata seks diakhiri i?

Tak sesederhana itu memang
Hal yang tabu namun begitu dirindu
pada setiap belaian nafsu
aku mungkin juga kamu
bisa tak beda dengan asu



Bekasi, 25 April 2013

Selasa, 23 April 2013

tos

0 komentar
Bagaimana??
Kenapa??

Selamat deh,,
hari ini hati ini sudah tak lagi tertambat padamu

aku merdeka
aku bebaas,
itu saja yang kucari

so'
ini memang puisi ga jelas

Rabu, 22 Agustus 2012

Atas Nama

0 komentar

Malam, masihkah menyisakan keromantisan masa silam
Kenapa harus mengais sisa-sisa
Apa begitu khawatirnya jadi sia-sia
Tak apalah
kadang apa yang kupikirkan memang sia-sia
terlampau mubadzir


Manusia, berapa banyak yang belajar membatalkannya?
Kenapa harus berebut label mulia
Sedang itu bukan komoditi
Hanya sedikit keinginan menumpuk harta

Rabu, 13 Juni 2012

Topengku, bukan topengmu

0 komentar
Ini bukan cerita, tentang malaikat
Atau iblis yang bertaubat
Seperti cerita sesat
Karena manusia penuh siasat
Tak sanggup diajak setan berdebat
Bercumbu kiamat
Inilah zaman umpat mengumpat
Berlomba siapa terhebat

Jumat, 23 Maret 2012

Pura Pura

2 komentar
Jika kau bilang ini cinta
Mengapa hanya memuja raga
mengatasnamakan segala
melabel sempurna
tidakkah kau malu?

Rabu, 07 Maret 2012

Pandawa (dalam diam)

0 komentar
keributan tampak di luar
media sudah dikuasai kurawa,,
atau kebanyakan togog
tertawa tapi menyakitkan,
tawa adalah barang dagangan terlaris
sementara yang sedikit berbobot
sudah disetir kurawa atau sejenisnya
semua berebut kepentingan

Selasa, 06 Maret 2012

Di Atas Tanah Milik Siapa?

0 komentar
Adzan nyaring terdengar
toa toa merampas keheningan senja,
bersama mimpi mimpi muluk yang ikutan kabur terbawa suara toa
hari ini hampir tamat

Minggu, 04 Maret 2012

Cantikmu relatif dik

0 komentar
Dik, kenapa kamu cantik?
Ya, aku bisa menebak kok jawabanmu
Kamu pasti akan jawab cantik itu relatif ya kan?
Ahh, kau ini berapa tahun hidup di bumi?
Berapa tahun punya pengalaman menjadi manusia?
Bukankah

Kamis, 23 Februari 2012

Aku dan diriku masa depan

0 komentar
Masih bergelut dengan kata
Aku makin terbius,
Atau bahkan keracunan
Kini langkah kakiku mulai gontai, tak seperti dua atau tiga tahun yang lalu

Aku pun tak tahu
Sedang merenung
Atau meratapi nasib, atau mengutuk keadaan
Ah, tak jauh beda
Aku masih dalam pelamunan
Tentang

Minggu, 04 Desember 2011

air mancur

0 komentar
Masih bening…
Meski sedikit sampah plastik terapung, bergerak karena ombak pelannya.
Berapa tahun?
Aku lupa, atau mungkin tak pernah tahu air mancur ini ada. Menyambut pelancong pelancong candi prambanan
gerakannya sederhana, meski kisah tentangnya tak sederhana.
Dimana memory masa kecil bergelayut disitu,
ya, sekitar sepuluh tahun lalu menjadi saksi pertumbuhanku. Bermain, bergurau, berceloteh, atau menyulut petasan saat pagi ramadhan.
Ah, kenakalanku juga pernah mengelabuhi petugas keamanan candi. Naik pagar, atau menyembunyikan petasan dalam celana dalam.
Tapi kini,
kemana bocah bocah sekarang. Adakah air mancur itu tak menarik lagi?? Seiring angkuhnya tiket masuk candi yang membumbung tinggi, juga adanya cctv yang membuat anak takut bermain lagi?
Air mancur itu, tetap bergeming.
Berapa tahun?
Jangan tanya aku
berapa tahun?
Beberapa tahun
waton mlebu,
kompasianer yang tinggal sekitar candi prambanan