Selasa, 23 April 2013

tos

0 komentar
Bagaimana??
Kenapa??

Selamat deh,,
hari ini hati ini sudah tak lagi tertambat padamu

aku merdeka
aku bebaas,
itu saja yang kucari

so'
ini memang puisi ga jelas

Rabu, 17 April 2013

Mendung mengurung cahaya

0 komentar
Mendung,,
Jakarta, simpan cerita glamourmu
Dalam berisik apakah mampu

Sekelumit saja
miskin pribadi bersahaja
Kemana arah cahaya kan kucapai
sedang mendung
mengurung cahaya

Bekasi, 17 04 2013

Sabtu, 02 Februari 2013

bicara dukun??

0 komentar
beberapa tahun silam saya pernah 'bertengkar' pada salah seorang kawan lama. Persoalan sepele sebenarnya, dia cerita usai diramal tukang tarot di sebuah mall, sontak saya yang waktu itu emang agak keras dalam belajar 'agama', seperti orang bijak menasihatinya, jangan mendatangi tukang ramal ,amal ibadahmu selama 40hari nanti gak akan dicatat malaikat. demikian kata saya itu yang justru memancing amarahnya. ya,ya memangnya temanmu muslim semua ya bro? percaya deh toh aku rasa kamu juga belum pantas jadi ahli surga.

Senin, 31 Desember 2012

sebelas hari

1 komentar
Jum'at pagi, 21 Desember 2012
Suasana kremun, mentari samar teriknya. Bus Sumber Alam yang aku tumpangi tiba di terminal penumpang Giwangan, Yogyakarta. Ini mudik kedua saya sejak bekerja di Bekasi, perjalanan  kedua yang terhitung cepat, dibanding perjalalan mudik pertama yang benar-benar menguras waktu dan emosi.

Kuping terasa tak asing, dengan bahasa-bahasa percakapan dari kernet, sopir, pedagang asongan, ojek payung hingga simbok-simbok penyunggi bakul. Bahasa Ibu (jawa, pen-) yang susah aku temui di tanah rantau, kini aku tenggelam di dalamnya, aku sampai :)
ah, belum juga, masih harus ganti bus arah Solo untuk bisa sampai.

Kamis, 04 Oktober 2012

Terburu(h) buru(h)

0 komentar
Pondok Ungu, Merangkak siang,
Butuh ribuan menit untuk bisa beradaptasi dengan kondisi disini. Tentu bukan hanya soal  kultur yang berbeda dengan manusia-manusianya yang heterogen, tapi kondisi cuaca pun tak sama dengan tempat  yang selama duapuluhsatu tahunan aku tinggali. Malam tak ubahnya siang gerah dan pengap, kalau pagi hari tiba jangan harap bertemu embun atau kabut dingin, Lepas Subuh asap pabrik dan kendaraan sudah berebut menguasai udara. Asap yang sama yang mungkin juga membuatku sulit menghitung bintang di malam hari, karena sama sekali tak terlihat, ah mungkin ini juga kondisional

Selasa, 18 September 2012

Mungkin...........

0 komentar
Setiap langkah yang terayun selalu berbarengi dengan kemungkinan tentang apa yang terjadi di depan. Itu bagiku pribadi yang masih dalam pencarian, kebingungan apa yang primer, apa yang menjadi puncak pencarian saya di dunia ini. Setiap langkah terhenti sejenak ada kemungkinan saya salah ataupun langkahku sudah benar. Sebagai makhluk yang menjadi master piecenya Gusti Allah, tentu punya rencana kenapa harus saya yang lahir dari jutaan sel sperma yang berebut. Ah, harusnya saya sudah berpikir lebih jauh dari ini, bukannya masih berkutat pada apa tujuan saya di dunia ini.

Ya memang benar, tiap kepala punya isi yang berbeda, punya dimensi pikiran yang berbeda, karena ibu pengalamannya pun juga tak sama. lalu ada beberapa orang menganggap jalan pikirannya yang paling benar, paling shahih. Mungkin dia memang benar, tapi terkadang ada juga yang keterlaluan memaksa kehendak nir argumen logis. Bah!! bicara logika terkadangpun tak sama persepsinya, please jangan tanya aku duluan mana ayam sama telur. meski dengan argumen yang logis, tapi kebenaran disini bisa multi.

Kebenaran multi?? gilaa lu. kebenaran itu hanya tunggal, yang lain salah.

Ah, kenapa pikiran belum juga tercerahkan seperti ini. Ya ya ya, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah mudah terhasut, kembalilah ke hatimu yang original.

Btw, kenapa saya bisa sampai sini, apa karena banyak fulusnya, wanitanya atauu....
mungkiiiiin.........

                                                                                                                             Bekasi, September 2012