Kamis, 31 Mei 2012

JURNALIS, sebuah mimpi yang mahal

3 komentar

Sekitar dua bulan yang lalu, pada pertengahan bulan Maret seingat saya. Sempat mampir sebuah mimpi indah tapi sekarang akhirnya resmi menjadi hanya sebuah kata ‘mimpi’. Saya begitu semangat untuk menggapai mimpi itu, bahkan beberapa kali bolos kerja sekadar mengumpulkan segala persyaratan yang wajib terpenuhi, tapi ada satu syarat yang tidak saya sadari untuk kelak yang menjadi faktor utama saya gagal. Lucu memang, tapi ngelu di hati bagi saya. Sebuah info beasiswa S1 untuk calon mahasiswa kurang mampu yang diselenggarakan dompet Duafa. Ya, kalau bicara kurang mampu saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menanggapi pertanyaan bertubi tubi dari seorang kawan saya. Karena memang perbedaan tolak ukur atau memang tolak ukur yang belum jelas benar mengenai itu.

Saya sudah mensett apa rencana menyambut peluang emas tersebut. Kuliah. Ilmu. Provesional. Menulis. Jurnalis. Ya, kata terakhir

Manusia Belum Manusia

0 komentar

Ini sekadar tulisan sok tahu, tulisan piccisan remeh dari makhluk yang belajar keras menjadi manusia. Tentang manusia, tentu tak terhenti hanya sebagai sosok mamalia sosial. Sebagai makhluk yang katanya paling sempurna, ada perbedaan mencolok makhluk ini dari makhluk lain di muka bumi Tuhan

Rabu, 23 Mei 2012

bicara masa depan, bicara fulus

0 komentar
hari ini 24 Mei 2012, tepat satu hari setelah hasil seleksi administrasi sebuah BUMN bidang transportasi dipublish. Dimana saya pernah menaruh harapan disana. Sekitar sebulan yang lalu saat registrasi seleksi dibuka, harus saya sitakan waktu untuk itu, karena persyaratan yang memang butuh waktu luang lebih apalagi koneksi terhadap web bersangkutan sering ngadat.